MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI)

Konstitusi Organisasi kesehatan sedunia (WHO) menyatakan. ”Memiliki kesehatan yang paripurna adalah hak yang utama bagi setiap manusia, tanpa membedakan suku, agama, kepercayan, politik, atau keadaan sosial. Upaya pelayanan kesehatan dasar juga diarahkan kepada peningkatan kesehatan dan status gizi anak sehingga terhindar dari kematian dini dan mutu fisik yang rendah (Aritonang, 2007). Untuk mengatasi gizi kurang ada berbagai upaya salah satunya dengan program pemberian MP-ASI.

APA ITU MP-ASI??

Makanan pendamping ASI adalah makanan yang diberikan pada bayi disamping asi, untuk memenuhi kebutukan gizi anak mulai umur 3 bulan sampai 24 bulan, Bayi membutuhkan zat-zat gizi yang tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan. sering dengan bertambahnya umur anak, kebutuhan zat-zat gizinyajuga meningkat. untuk menyesuaikan kemampuan bayi terhaadap makanan tersebut, maka pemberian pasi dilakukan secara bertahap, baik bentuk, jumlah, maupun macam (Aritonang, 2007).

Makanan pendamping ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan kepada bayi/anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya. (Mayuniani, 2010). Makanan pendamping ASI adalah Makanan atau minuman yang mengandung zat gizi, yang diberikan kepada bayi atau anak usi 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain yang didapatkan dari ASI. MP-ASI dapat berbentuk bubur, nasi tim, dan biscuit yang dapat dibuat dari campuran beras merah, kacang-kacangan, sumber protein hewani/nabati, terigu, margarine, gula, susu, lesiti kedelai, garam bikarbonat dan diperkaya dengan Vitamin dan mineral. (Kamus gizi, 2009).

TUJUAN PEMBERIAN MP-ASI

Menurut Maryuni (2010) Tujuan pemberian MP-ASI adalah

  1. Mengapai zat gizi ASI yang sudah berkembang
  2. Mengembangkan kemampuan bayi untuk menerima bermacam-macam makanan dengan berbagai rasa dan bentuk.
  3. Mengembangkan Kemampuan bayi untuk mengunyah dan menelan.
  4. Mencaba adaptasi terhadap makanan yang mengandung kadar energy tinggi.

JENJANG PEMBERIAN MP-ASI

  1. Umur 0-4 bulan Bayi hanya diberikan ASI, lebih sering lebih baik .sedangkan setelah lahir, ASI yang berwarna kekuning-kuningan (Kolostrum) diberikan kepada bayi dan jangan bingung.
  2. Umur 4-6 bulan. Bayi terus diberikan ASI; disamping itu mulai diberikan makanan lumat seperti bubur tepung, bubur encer, atau pisang lumat, papaya dihaluskan. Kalau memungkinkan, dapat ditambahkan, mulai satu kali sehari lalu berangsur-angsur menjadi 2-3 kali sehari.
  3. Umur 7-9 bulan. Disamping ASI bayi sudah dapat diberikan makanan lembek atau lunak 3 kali sehari(nasi tim bayi yang terdiri dari beras merah ,tahu,/tempe, telur, sayur, kacang-kacangan).
  4. Umur 10-18 bulan. Teruskan ASI dan makanan lumat 4 kali sehari. Makanan selingan tambah menjadi 2-3 kali sehari, seperti bubur kacang ijo, kolak pisang, atau buah-buahan.
  5. Umur 19-24 bulanTeruskan ASI dan makanan lengkap. Anak sudah dapat makan bersama keluarga (makan keluarga), namun tetap perlu mendapat perhatian ibu dan anggota keluarga lainnya. Teruskan pemberian makanan yang bergizi (Aritonang, 2007).

 

REFERENSI

Almatsier, Sunita. 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Aritonang, Irianton. 2007. Petunjuk Praktis Menilai Status Gizi dan Kesehatan. Kasinus

Mayuni, Anik, 2010. Ilmu Kesehatan Anak dalam Kebidanan, Jakarta: Trans Info Media.

Proverawati, Atikah. 2010. Ilmu Gizi utuk Keperawatan Dan Gizi Kesehatan. Yoyakarta: Nuha Medika.

Gambar dari google :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s