Caput Succadaneum

Caput Succedaneum adalah pembengkakan jaringan lunak kepala yang dapat melampaui sutura tengah. Caput adalah benjolan yang membuat disebabkan kepala tertekan leher rahim yang saat itu belum membuka penuh yang akan menghilang dalam waktu satu dua hari.  Caput succadaneum adalah edema kulit kepala anak yang terjadi tekanan dari jalan lahir kepada kepala anak.Atau pembengkakan difus,kadang-kadang bersifat ekimotik atau edematosa,pada jaringan lunak kulit kepala,yang mengenai bagian kepala terbawah,yang terjadi pada kelahiran verteks.Karena tekanan ini vena tertutup,tekanan dalam kapiler vena meninggi hingga cairan masuk kedalam jaringan longgar di bawah lingkaran tekanan dan tempat yang terendah.

Etiologi caput succadaneum

Terjadi karena kepala terjepit pada diameter 5-6 cm, tetapi masih bisa di keluarkan dan tidak menyebabkan trauma atau kelainan yang parah. Dan bisa juga di sebabkan dari kekuatan edan ibu yang tiba-tiba menurun sehingga kepala terhenti di liang vagina.
Banyak hal yang menjadi penyebab terjadinya caput succadeneum pada bayi baru lahir yaitu:

1. persalinan lama

Dapat menyebabkan caput succadeneum karna terjadi tekanan pada jalan lahir yang terlalu lama,menyebabkan pembuluh darah vena tertutup,tekanan dalam capilair venus meninggi hingga cairan masuk kedalam cairan longgar di bawah lingkaran tekanan dan pada tempat yang terendah.

2. persalinan dengan ekstraksi vakum

Pada bayi yang dilahirkan vakum yang cukup berat,sering terlihat adanya caput vakum sebagai edema sirkulasi berbatas dengan sebesar alat penyedot vakum yang digunakan.proses persalinan yang panjang dan sulit,sering menyebabkan pengumpulan cairan di bawah kulit kepala bayi,sehingga kepala bayi terlihat bengkak/edema.
Caput succadeneum juga terjadi bila:

  • Ketuban sudah pecah
  • His cukup kuat,makin kuat his makin besar caput suksadeneum
  • Anak hidup,tidak terjadi pada anak yang mati.
  •  Selalu terjadi pada bagian yang terendah dari kepala.

Patofisiologi caput succadaneum

  1. Pembengkakan yang terjadi pada kasus caput succadeneum merupakan pembengkakan difus jaringan otak,yang dapat melampaui sutura garis tengah.
  2. Adanya edema di kepala terjadi akibat pembendungan sirkulasi kapiler dan limfe di sertai pengeluaran cairan tubuh.Benjolan biasanya di temukan di daerah persentasi lahir dan terletak periosteum hingga dapat melampaui sutura

Tanda dan gejala caput succadaneum

Tanda dan gejalanya yaitu:

  1. Adanya edema dikepala
  2. Pada perabaan teraba lembut dan lunak
  3. Edema melampaui sela-sela tengkorak
  4. Batas yang tidak jelas
  5. Biasanya menghilang 5-7 hari tanpa pengobatan

Penatalaksanaan caput succadaneum

Penatalaksanaannya yaitu:
1.Bayi dengan caput succadeneum di beri ASI langsung dari ibu tanpa makanan tambahan apapun,maka dari itu perlu di perhatikan penatalaksanaan pemberian ASI yang adekuat dan teratur.
2. Bayi jangan sering di angkat karena dapat memperluas daerah edema kepala.
3.Atur posisi tidur bayi tanpa menggunakan bantal.
4.Mencegah terjadinya infeksi:

  • Perawatan tali pusat
  • Personal hygiene baik

5. Berikan penyuluhan pada orang tua tentang:

  • Perawatan bayi sehari,bayi di rawat seperti perawatan bayi normal
  • Keadaan trauma pada bayi, agar tidak usah khawatir karena benjolan akan menghilang 5-7 hari.

6.Berikan lingkungan yang nyaman dan hangat pada bayi.
7. Awasi keadaan umum bayi.

Predisposisi caput succadaneum

  1. Persalinan dengan partus lama
  2. Sekunder dari tekanan uterus atau dinding vagina.

Pengobatan caput succadaneum

Tidak memerlukan pengobatan, dan ini biasanya hilang sendiri antara 5-7 hari. Bila perlu dapat diberi Lasonil ointment yang mengandung heparinoid dan hyaluronidase, akan mempercepat resorpsi, dan rambut kepala dapat sembuh kembali dengan garis bentuk normal nya.
Pembengkakan pada caput succadeneum dapat meluas menyeberangi garis tengah atau garis sutura. Dan edema akan menghilang sendiri dalam beberapa hari. Pembengkakan dan perubahan warna yang anolog dan distorsi wajah dapat terlihat pada kelahiran dengan persentasi wajah. Dan tidak di perlukan pengobatan yang spesifik,tetapi bila terdapat ekimosis yang ektensif mungkin ada indikasi melakukan fisioterapi dini untuk hiperbilirubinemia.
Moulase kepala dan tulang parietal yang tumpang tindih sering berhubngan dengan adanya caput succadeneum dan semakin menjadi nyata setelah caput mulai mereda, kadang-kadang caput hemoragik dapat mengakibatkan syok dan di perlukan transfuse darah.
H. Tindak lanjut
Tindak lanjut yang harus dilakukan adalah saat mandi, kompres bagian yang bengkak dengan handuk yang lembut dan sudah dicelupkan dengan air hangat. Kepala akan kembali ke bentuk normal dalam 2 minggu.

Referensi:

Manuaba, Ida Bagus Gde. 2003. Buku Saku Ilmu Kebidanan. Jakarta : Hipokrates

Rohsiswatmo, Rinawati. 2008. Trauma Kepala Bayi Baru Lahir. From http://www.ayahbunda-online.com/info-ayahbunda/info-detail.asp

Saifuddin, Abdul Bari, George Adriaansz, Gulardi Hahifa Wiknjosastro dan Djoko Waspodo. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Soelaeman, Riesnawiati. 2007. Awal Kehidupan Bayi. From http://www.begaul.com/pages/blog/showblog.php?blogid

Soelaeman, Riesnawiati. 2007. 24 Hal Penting Pada Hari-hari Pertama Bayi Anda. From http://www.anakku.net/wp/?p

Sumber gambar:

http://www.nationwidechildrens.org/newborn-head-molding

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s