IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) DETEKSI KANKER SERVIK

IVA UNTUK DETEKSI KANKER SERVIK SEJAK DINI

Kanker servik adalah kanker yang menyerang leher rahim. Maksudnya kanker yaitu tumor ganas dan terjadi di servik, sedangkan servik sendiri adalah bagian dari uterus yang menonjol ke vagina. Kanker servik berkembang ketika sel yang abnormal dalam servik mulai membelah diri tanpa terkendali (Faizah: 2010). Deteksi dini kanker dimaksudkan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kanker, deteksi ini dapat mengurangi jumlah kematian akibat kanker karena jika kanker ditemukan pada stadium paling dini biasanya dapat diobati sebelum menyebar lebih jauh (Rahayu: 2010)

Secara global, kanker servik berkontribusi sebesar 12 persen dari seluruh kanker yang menyerang wanita. Estimasi sekitar tahun 2000-an menunjukkan bahwa insidensi penyakit ini kurang lebih 493.243 jiwa pertahun, sedangkan kematian karena kanker ini sebanyak 273.505 jiwa pertahun. Sementara, sebanyak 80% dari jumlah penderita berasal dari Negara-negara sedang berkembang, karena memang penyakit ini merupakan urutan pertama pembunuh wanita akibat kanker di Negara-negara berkembang. Setiap saat, sekitar 10% wanita di dunia terinfeksi Human Papillomavirus (HPV), salah satu virus penyebab terjadinya kanker servik (Wijaya: 2010)

Ada beberapa metode pendeteksian dini kanker serviks yakni dengan Test Pap, IVA, IVAB +/-, Kolposkopi, Servikogafi, Pap net, Test HPV. IVA merupakan salah satu cara sederhana untuk melakukan detektsi dini kanker serviks dengan cara mengoleskan asam asetat pada serviks (leher rahim).

Berdasarkan gambar di atas, terlihat jelas bahwa IVA memiliki keunggulan dari segi efektivitas, praktis saranan, ketersediaan sarana, dan kemampuan sarana. Itu sebabnya Proses skrining dengan IVA merupakan pemeriksaan yang paling disarankan oleh Departemen Kesehatan. Salah satu pertimbangannya karena biayanya yang sangat murah. Namun perlu diingat, pemeriksaan ini dilakukan hanya untuk deteksi dini. Jika terlihat tanda yang mencurigakan, maka metode deteksi lainnya yang lebih lanjut harus segera dilakukan

PROSES DAN PEMERIKSAAN IVA

IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) tes merupakan alternatif skrining untuk kanker serviks. Tes sangat mudah dan praktis dilaksanakan, sehingga tenaga kesehatan non dokter ginekologi, bidan praktek bisa melakukannya. Prosedur pemeriksaannya sangat sederhana, permukaan serviks/leher rahim diolesi dengan asam asetat, akan tampak bercak-bercak putih pada permukaan serviks yang tidak normal.
Laporan hasil konsultasi WHO menyebutkan bahwa IVA dapat mendeteksi lesi tingkat atas prakenker (High-Grade Pracancerous Lesions) dengan sensitivitas sekitar 66-96% dan spesifitas 64-98%. Sedangkan nilai predeksi positif (positive predictive value) dan nilai prediksi negatif (negative predictive value) masing-masing antara 10-20 % dan 92-97% (Wijaya: 2010).

PELAKSANAAN PEMERIKSAAN IVA

Menurut Nurana (2001), untuk melaksanakan skrining dengan metode IVA, dibutuhkan tempat dan alat sebagai berikut:
1) Ruangan tertutup, karena pasien diperiksa dengan posisi litotomi
2) Meja atau tempat tidur periksa yang memungkinkan pasien berada dalam posisi litotomi
3) Terdapat sumber cahaya untuk melihat serviks
4) Spekulum vagina
5) Asam asetat (3 sampai 5%)
6) Swab-lidi berkapas
7) Sarung tangan

KATEGORI PEMERIKSAAN IVA

Menurut Nurana (2001), ada beberapa kategori yang dapat dipergunakan, salah satu kategori yang dapat dipergunakan adalah:

  1. IVA negatif = Serviks normal.
  2. IVA radang = Serviks dengan radang (servisitis), atau kelainan jinak lainnya (polip serviks).
  3. IVA positif = ditemukan bercak putih (aceto white epithelium). Kelompok ini yang menjadi sasaran temuan skrining kanker serviks dengan metode IVA karena temuan ini mengarah pada diagnosis Serviks-pra kanker (dispalsia ringan-sedang-berat atau kanker serviks in situ).
  4. IVA-Kanker serviks = Pada tahap ini pun, untuk upaya penurunan temuan stadium kanker serviks, masih akan bermanfaat bagi penurunan kematian akibat kanker serviks bila ditemukan masih pada stadium invasif dini (stadium IB-IIA)

PENATALAKSANAAN IVA

Pemeriksaan IVA dilakukan dengan spekulum melihat langsung leher rahim yang telah dipulas dengan larutan asam asetat 3-5%. Jika tidak ada perubahan warna atau tidak muncul plak putih, maka hasil pemeriksaan dinyatakan negatif. Sebaliknya, jika leher rahim berubah warna menjadi merah dan timbul plak putih, maka dinyatkan positif lesi atau kelainan pra kanker. Namun jika masih tahap lesi, pengobatannya cukup mudah. Bisa langsung diobati dengan metode krioterapi atau gas dingin yang menyemprotkan gas CO2 atau N2 ke leher rahim.

Sensitivitasnya lebih dari 90 % dan spesifitasinya sekitar 40 %. Dengan metode diagnosis yang hanya membutuhkan waktu sekitar dua menit tersebut, lesi prakanker bisa dideteksi sejak dini. Dengan demikian, bisa segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kanker stadium lanjut.

Kalau dari hasil tes IVA dideteksi adanya lesi prakanker, yang terlihat dari adanya perubahan warna dinding leher rahim dari merah muda menjadi putih, artinya perubahan sel akibat infeksi tersebut baru terjadi di sekitar epitel. Itu bisa dimatikan atau dihilangkan dengan dibakar atau dibekukan. Dengan demikian, penyakit kanker yang disebabkan human papilloma virus (HPV) itu tidak jadi berkembang dan merusak organ tubuh yang lain.

REFERENSI

Nurana, Laila. 2001. Skrining Kanker Serviks Dengan Metode Skrining Alternatif: IVA. Jakarta: Subbagian onkologi, bagian obstetric dan ginekologi fakultas kedokteran Universitas Indonesia/ rumah sakit umum pusat nasional dr. Ciptomangunkusumo (http://www.kalbe.co.id, diakses 20 Maret 2011)

Rahayu, Wahyu. 2010. Mengenali, Mencegah, dan Mengobati 35 Jenis Kanker. Yogyakarta: Victory Inti Cipta

Rina. 2009. Kanker Serviks. (http://www.suaradokter.com, diakses 20 Maret 2011)

Wijaya, Delia. 2010. Pembunuh Ganas Itu Bernama Kanker Serviks. Yogyakarta: Sinar Kejora

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s